Rumah Kehidupan Diet Penyembuhan luka

Diet Penyembuhan luka

Daftar Isi:

Anonim

Penyembuhan luka melibatkan tiga tahap utama: peradangan, proliferasi dan remodeling. Ini melibatkan berbagai jenis sel, mediator dan protein terlarut. Nutrisi mempengaruhi penyembuhan luka, karena kekurangan nutrisi atau gangguan tertentu, seperti diabetes, dapat mengalami penyembuhan luka yang terganggu.

Video Hari Ini

Karbohidrat

->

Karbohidrat menyediakan sumber energi utama untuk penyembuhan luka. Kurangnya kalori dari karbohidrat menghasilkan penggunaan protein sebagai sumber energi. American Dietetic Association merekomendasikan bahwa 45 sampai 65 persen penderita diabetes asupan kalori harian harus melalui karbohidrat, menyebar sepanjang hari, untuk mempertahankan tingkat gula darah dan memungkinkan penyembuhan luka normal.

Diet yang berkurang protein dapat menghambat penyembuhan luka. Protein diet dipecah menjadi asam amino dan peptida yang dibutuhkan untuk memperbaiki jaringan, seperti kolagen. Breslow mendemonstrasikan dalam sebuah penelitian pada tahun 1993 dan dipublikasikan dalam "Journal of the American Geriatrics Society," sebuah diet protein tinggi meningkatkan penyembuhan luka kronis, seperti luka tekan. Jumlah protein yang dibutuhkan tergantung pada usia pasien, ukuran luka dan faktor mendasar seperti stres atau infeksi.

Vitamin

Sejumlah vitamin memfasilitasi penyembuhan luka. Pada tahun 2009, sebuah penelitian yang diterbitkan dalam "Brazilian Journal of Biology," menunjukkan bahwa dalam model hewan, luka yang diobati dengan krim yang mengandung asam askorbat meningkatkan penyembuhannya. Asam askorbat, atau dikenal sebagai vitamin C, terlibat dalam pembuatan kolagen. Vitamin lain, seperti vitamin A dan E, juga terbukti memperbaiki penyembuhan luka, meskipun suplemen harus dilakukan dengan hati-hati dan hanya di bawah perawatan dan pengawasan dokter.

Lemak

Lemak dalam makanan juga digunakan sebagai sumber energi. Asam lemak juga penting dalam pensinyalan sel dan di membran sel. Pada tahun 2010, Dr. Park dan rekan dari Universitas Kyung Hee menerbitkan "Mediators of Inflammation," yang menunjukkan bahwa dalam model hewani, suplementasi dengan asam linoleat, asam lemak esensial, mempercepat penyembuhan luka dengan memperbaiki peradangan.

Mineral

Penyembuhan luka membutuhkan mineral. Enzim yang terlibat dalam fase remodeling penyembuhan luka memerlukan seng, dan sintesis kolagen juga membutuhkan seng. Besi juga terlibat dalam sintesis kolagen, dan kekurangan besi bisa mengakibatkan penyembuhan luka yang buruk. Seng dan zat besi keduanya dibutuhkan untuk enzim yang dibutuhkan untuk sintesis kolagen.